Mahir dalam Mematahkan Hati

31-12-2016
"Dek, malam tahun baru sama aku yuk."
"Yah, aku baru kondangan mas"
"Yaudah,"
"Nonton?"
"Oke, Senin yaa. Nonton Hangout"

02-01-2017
"Mas Jadi?"
"Jadi"
blablablablabla
(Akhirnya nonton Cek Toko Sebelah)

***
Aku tak pernah berharap sesuatu tentang pertemuan kita itu, dan kemudian aku memberanikan diri untuk mengetuk hatimu. Hatimu yang sekeras batu.

"Sayang,"
Entah bagaimana bisa aku memanggilmu dengan kata itu, setelah sekian lama tak pernah berani aku ucapkan walaupun hanya sekedar bercandaan.
Kemudian chat singkat-mu selalu ada di BBM ataupun WhatsApp teratas dan terbaru, setiap jam chatmu yang selalu aku tunggu. Awalnya chatmu seperti angin datang lalu pergi. Tapi kali ini setiap hari selalu ku nantikan balasan indahmu. Satu minggu dua minggu terlewati, dan masih saja tentang kamu.

"Nanti 1 bulan udah bakal ad gantinya ya mas,"
"Paling kamu dek, yang banyak gebetannya"
"Ahh liat aja nanti"
blablablabla

Satu bulan kemudian, masih saja tentangmu. Makin dan semakin aku tak bisa tanpa kabarmu sekali saja, aku yang selalu melawan rasa kantukku untuk menemanimu, selalu ada saat kamu membutuhkan teman chat, aku yang rela malamku berganti menjadi siang, aku yang rela selalu menunggu chatmu, aku yang selalu bertengkar dengan Bapak demi malamku menunggu balasan chat mu. Mata panda, mata panda, mata saat ingin mengenalmu dan ingin selalu ada untukmu.

**
Akhir dari segala kerelaanku, awal dari rasa kehancuranku.
Tanpa kabarmu lagi.
Tanpa chat singkat darimu.
Tanpa panggilan sayang darimu.

Yaaa, kamu memang bertahan denganku satu bulan. Kemudian kamu menghilang.

Stalking adalah caraku mengetahui kabarmu. Akhirnya aku mengerti kamu memang benar-benar tidak mengingkanku. Hanya aku yang terlalu berharap, ini semua salah hati. Bagaimana bisa aku berharap pada seseorang yang pandai mematahkan hati begitu saja. Kamu pergi tanpa pamit, seharusnya kepergianmu saat aku tak mengingkanmu. Bukan saat aku sejatuh-jatuhnya mengingikanmu.

Meninggalkan atau ditinggalkan itu bukan pilihan yang ku inginkan. Yang aku ingin kamu iya KAMU!!!!!!!  Kamu yang tak punya hati.

Setidaknya dari awal tolong jangan membuatku tak bisa tanpa;mu.
Ini hati, hati yang pernah terluka. Dan kamu tau itu kan? Tapi bagaimana bisa kamu melakukan itu. Membuatku makin tergores.

Aku tau.
Aku bukan wanita sempurna, tapi tolong jangan buat wanita lain merasakan hal yang sama sepertiku. Kamu buat mereka tak bisa tanpamu, dan kemudian tanpa aba-aba kamu lari dan mereka harus bisa tanpamu.

Kamu lelaki baik, aku tau itu. Tapi itu dulu sebelum aku mengenalmu lebih dekat.

Ini salahku bagaimana bisa aku mudah berharap, dan mencintai dengan tulus. Dan lelaki itu, Yang pandai mematahkan hati.

Sekarang aku kamu adalah dua hati yang berjalan masing-masing. Dan, kamu harus tau! Pertemuan kemaren adalah terakhir aku membuatmu menjadi lebih istimewa dihati.

Untuk selanjutnya, aku percaya bahwa Tuhan-ku adil. Tuhan maha membolak balikkan hati.



Selamat untuk pasangan terbarumu, semoga ia adalah wanita yang beruntuk mendapatkanmu.


#AWK

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Awal dari rasa kehancuran

Masih Saja Tentangmu!